Ketahui Hukum Berqurban Atas Nama Orang yang Meninggal

Diposting pada

Dalam melakukan ibadah, Anda perlu mengetahui rukun dan hukumnya agar ibadah dijalankan dengan sebaik-baiknya. Termasuk ibadah berqurban yang sebentar lagi akan dapat dilakukan bagi Anda yang telah memiliki kemampuan dan telah menyiapkannya. Bertolak dari fenomena yang terjadi, Anda perlu mengetahui hukum berqurban atas nama orang yang meninggal.

Apakah Syarat yang Disyariatkan bagi Orang yang Melakukan Qurban?

Sebelum membahas tentang hukum berqurban dengan mengatasnamakan orang yang telah meninggal. Ada baiknya Anda yang akan melaksanakan ibadah qurban mengetahui tentang syarat yang sesuai dengan syariat dalam melaksanakan qurban.

  1. Beragama Islam
  2. Sudah berusia baligh dan memiliki akal bagi yang belum baigh dan belum berakal tidak dibebani untuk berqurban
  3. Sudah mampu yaitu Anda telah memiliki materi berupa uang yang senilai dengan harga hewan qurban di luar nafkah untuk diri sendiri dan orang yang wajib Anda berikan nafkah.

Bagaimana tentang Hukum Berqurban Atas Nama Orang yang Meninggal?

Banyaknya ibadah qurban yang dilakukan dengan atas nama orang yang meninggal maka Anda perlu mengetahui bagaimana hukumnya. Berikut ini pandangan para ulama terkait hukum ini dengan membaginya menjadi 3 keadaan tentang berqurban bagi yang telah meninggal dunia.

  1. Pandangan Pertama dengan Niat

Ibadah qurban yang dilakukan untuk Anda sendiri dan keluarga dengan niat agar pahalanya diberikan untuk Anda beserta seluruh keluarga. Baik keluarga yang masih hidup dan keluarga yang telah meninggal dunia. Pandangan ini berdasarkan dari yang pernah dilakukan Rasulullah yang berqurban untuk diri dan juga keluarganya yang di antaranya ada yang telah meninggal.

Pandangan pertama ini juga ada dalam hadis riwayat muslim yang bisa Anda baca dan telaah bersama orang yang lebih memahaminya. Jika Anda memiliki niat yang sama untuk melakukannya. Diskusikan agar Anda dapat lebih yakin untuk melakukan qurban.

  1. Pandangan Kedua dengan Adanya Wasiat

Hukumnya wajib berqurban atas nama orang yang telah meninggal dunia jika orang tersebut saat masih hidup telah meninggalkan wasiat. Baik Anda sendiri yang menerima wasiatnya atau anggota keluarga yang lain atau bisa juga wasiat tersebut dituliskan dalam surat wasiatnya.

Namun Anda bisa tidak melakukannya jika memang belum menyanggupi untuk memenuhi wasiat tersebut. Hukum wajib ini sesuai dengan firman Allah SWT. yang terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 181. Barang siapa yang mengubah wasiat setelah dia mendengarnya, maka dosanya dipikul oleh orang-orang yang menggantikannya. Sesungguhnya Allah maha mendengar lagi maha mengetahui.

  1. Pandangan Ketiga dengan Nazar

Qurban dengan mengatasnamakan orang yang sudah meninggal dapat Anda lakukan jika yang bersangkutan pernah bernazar dan belum menunaikannya. Maka Anda sebagai ahli waris wajib memenuhi nazar tersebut dengan nama orang yang telah meninggal.

Kewajiban memenuhi nazar tertulis dalam firman Allah SWT dalam surah Al Hajj ayat 29. Inti dari ayat tersebut mengatakan bahwa hendaklah Anda menyempurnakan nazar. Rasulullah SAW juga berkata bahwa ketika ibuku nya telah meninggal dan ia masih memiliki tanggungan nazar namun tidak sempat melakukan wasiat maka tunaikanlah nazar itu untuknya.

Sebelum Anda melakukan qurban untuk orang yang meninggal maka Anda wajib mengetahui hukum berqurban atas nama orang yang meninggal. Anda bisa melihat dari pandangan para ulama yang berpedoman tetap pada Al-Quran dan Hadis. Kumpulkan seluruh keluarga untuk mendapatkan kesepakatan dari apa yang pernah ditinggalkan orang yang telah meninggal. Jangan lupa rembukkan pula mengenai harga sapi qurban atau kambing qurban dengan keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *